Jumat, 15 Juli 2011

Nasehat Rasulullah sebelum bulan ramadhan...


Selain memerintahkan shaum, dalam menyambut bulan Ramadhan, Rasulullah selalu memberikan beberapa nasehat dan pesan-pesan ketika memasuki bulan Ramadhan.

Wahai manusia, sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.

Wahai manusia, sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.

Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dandoa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.

Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini.Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat..... Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin.

Muliakanlah orang tuamu , sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya.

Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.

Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu . Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia, sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, makabebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.

Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. (Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.”

Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”

Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir.

Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan
meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat.

Barangsiapa
menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barang siapa
memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barang siapa
menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa melakukan
shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginyakebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain.

Barangsiapa memperbanyak
shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin k.w. berkata: “Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.

Wahai manusia! sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’.”

“Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.”

“Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan ( syahrul muwasah ) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di dalamnya.”

“Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.”

Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.”

“Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.”

“Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya.”

“Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.”

“Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga.” (HR. Ibnu Huzaimah).

Sumber : Puasa bersama Rasulullah, Pengarang : Ibnu Muhammad (Pustaka Al-Bayan Mizan)

»»  read more

Jumat, 17 Juni 2011

pengen tau password FB teman, gampang ???


Facebook merupakan situs jejaring sosial yang paling diminati di dunia, bahkan situs Facebook termahal kedua di dunia setelah google, Account Facebook hanya di ketahui oleh pemiliknya, banyak tersimpan hal-hal rahasia disana, yang mungkin kita harus tahu namun teman tidak mau memberitahu kita, atau kalo mau mendapatkan chips poker gratis, atau hanya sekedar iseng mau tahu dengan siapa saja teman atau pasangan anda berinteraksi, banyak cara telah dilakukan orang untuk dapat membobol password Facebook orang lain namun jarang yang berhasil, untuk bisa mewujudkan keinginan anda kami memiliki cara yang cukup ampuh untuk bisa anda coba.


Ada beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk mengetahui password teman anda, berikut caranya:

1. Tanya sendiri kepada teman anda apa password facebooknya, jika dia memberitahu berarti anda beruntung dan teman anda itu bego’

2. Pada saat orang lain ingin login di facebook, cepat intip password yang dia tulis tanpa ketahuan oleh orang tersebut, jika ketahuan resiko anda.

3. Pergilah ke tempat yang bisa mengajari anda untuk membaca pikiran orang lain agar anda bisa membaca pikiran orang pada saat menulis password.

4. Ancam dengan menggunakan senjata ke teman anda / orang lain agar dia memberitahu passwordnya, jika dia melapor ke polisi, itu tanggung jawab anda.

5. Kalau semua cara di atas tidak berhasil, maka anda kurang beruntung.


Selamat Mencoba!!


Semoga Berhasil!!


Hahahahahhaa…. Tulisan ini khusus untuk tertawa,,, bagi yang ketawa semoga dilimpakah rezeki oleh Tuhan, dan bagi yang gak ketawa rugi… gak dapat nikmat nya ketawa heheheee….. :p

»»  read more

Senin, 06 Juni 2011

persyaratan surat keterangan bebas pidana...

Sebelum saya menguraikan mengenai apa saja persyaratan untuk membuat surat keterangan bebas pidana, terlebih dahulu saya akan menjelaskan apa itu surat keterangan bebas pidana, dan untuk apa surat keterangan tersebut ???

ya, sebagian orang mungkin belum mengerti mengenai surat keterangan bebas pidana....
Surat keterangan bebas pidana ialah surat keterangan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri dimana wilayah hukum pemohon tersebut tinggal, yang menerangkan bahwa si pemohon surat keterangan tersebut tidak pernah dihukum penjara selama 5 (lima) tahun atau lebih yang mempunyai kekuatan hukum tetap, dan juga menerangkan bahwa si pemohon surat keterangan tersebut tidak sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan Keputusan Pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap.

Biasanya surat keterangan bebas pidana dibuat untuk melengkapi persyaratan melamar pekerjaan, calon perangkat desa, calon kepala desa, dan CPNS.

lalu apa saja syarat-syarat untuk membuat Surat Keterangan Bebas Pidana ???

adapun syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk membuat surat keterangan bebas pidana adalah sebagai berikut :
1. Surat Pengantar Dari Desa ...................... (ASLI) ;
2. Foto Copy SKCK ....................................... (yang telah dilegalisir, cukup 1 lembar aja) ;
3. Foto Copy KTP.......................................... ( 1 lembar ) ;
4. Foto Copy KK ............................................ ( 1 lembar ) ;
5. Pas Photo 4x6 ........................................... ( 2 lembar ) .

itulah sedikit uraian dari saya mengenai surat keterangan bebas pidana ,
*semoga bermanfaat... :)


»»  read more

Rabu, 25 Mei 2011

mekanisme pengajuan gugatan pada pengadilan negeri

Akhirnya bisa ngepost lagi :) …

Setelah sekian lama menghilang dari peredaraan, saatnya saya kembali melatih keselarasan antara gerakan jari tangan dengan uneg-uneg yang ada dalam otak saya ini…

Well… awalnya sih saya bingung mau nulis apaan,,, cz saking banyaknya uneg-uneg ini sampai saya bingung dari mana mau memulainya….. *sebuah alasan klasik padahal, hehe…

so... langsung aja deh ke postingan saya yang kali ini akan membahas mengenai " MEkanisme pengajuan gugatan pada Pengadilan Negeri ".

------ Dalam menjalani aktifitas sehari-hari, seringkali kita mengalami kerugian yang diakibatkan oleh perbuatan orang lain, baik dalam kegiatan bisnis, maupun saat berinteraksi dalam hidup bermasyarakat. Pada prinsipnya semua orang dapat mengajukan gugatan ke Pengadilan apabila kepentingannya dirugikan. Sayangnya masih banyak yang tidak memahami bagaimana cara mengajukan gugatan tersebut. Sementara untuk menyewa seorang Lawyer (Pengacara), kadang muncul kekhawatiran akan dibohongi dan malah menghabiskan uang dan harta yang dimiliki. Nah, untuk memahami tata cara mengajukan gugatan di Pengadilan sekaligus menghapus kekhawatiran tadi, berikut adalah tata cara/ mekanisme yang berlaku di Pengadilan Negeri.

PELAKSANAAN GUGATAN PADA TINGKAT PERTAMA (Pengadilan Negeri)

1. Penggugat atau melalui Kuasa Hukumnya mengajukan gugatan yang ditujukan kepada Ketua Pengadilan Negeri setempat pada Pengadilan Negeri (meja ke-1 bagian Perdata) dengan beberapa kelengkapan/syarat yang harus dipenuhi, antara lain : Surat Permohonan / Surat Gugatan dan Surat Kuasa yang sudah dilegalisir (apabila menggunakan Advokat/Lawyer/ kuasa Insidentil).

2. Surat Gugatan dan Surat Kuasa Asli harus mendapat persetujuan dari Ketua Pengadilan Negeri setempat.

3. Setelah mendapat persetujuan, maka Penggugat / Kuasanya membayar biaya gugatan / SKUM di Kasir kepaniteraan perdata. Khusus bagi yang tidak mampu dapat diijinkan berperkara secara prodeo (cuma-cuma). Ketidakmampuan tersebut dibuktikan dengan melampirkan surat keterangan dari Lurah atau Kepala Desa setempat yang dilegalisasi oleh Camat. Bagi yang tidak mampu, maka panjar biaya perkara ditaksir Rp. 0,- dan ditulis dalam Surat Kuasa Untuk Membayar (SKUM), didasarkan pasal 237 – 245 HIR. Dalam tingkat pertama, para pihak yang tidak mampu akan berperkara secara prodeo. Perkara secara prodeo ini ditulis dalam surat gugatan atau permohonan bersama-sama (menjadi satu) dengan gugatan perkara. Dalam posita surat gugatan atau permohonan disebutkan alasan penggugat atau pemohon untuk berperkara secara prodeo dan dalam petitumnya.

4. Memberikan SKUM yang telah dibayar ke meja 2 dan menyimpan bukti asli untuk arsip.

5. Menerima tanda bukti penerimaan Surat Gugatan dari meja 2.

6. Menunggu Surat Panggilan sidang dari Pengadilan Negeri setempat yang disampaikan oleh Juru Sita Pengganti.

7. Menghadiri Sidang sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

PELAKSANAAN GUGATAN PADA TINGKAT BANDING (Pengadilan Tinggi)

1. Pemohon atau melalui Kuasa Hukumnya mengajukan permohonan kepada Pengadilan Negeri setempat (Pada Tingkat Pertama), dengan beberapa kelengkapan/syarat yang harus dipenuhi : a. Surat Permohonan Banding; b. Surat Kuasa yang sudah dilegalisir (apabila menggunakan Advokat); c. Memori Banding.

2. Pemohon / Kuasanya membayar biaya gugatan / SKUM di Kasir.

3. Memberikan SKUM yang telah dibayar ke meja 3 dan menyimpan bukti asli untuk arsip.

4. Menerima tanda bukti penerimaan Surat Permohonan Banding dari meja 3.

5. Menunggu Surat Pemberitahuan Pemeriksaan Berkas (Inzage). Setelah menerima Surat Pemberitahuan, Pemohon diberikan jangka waktu 14 hari untuk datang ke Pengadilan Negeri setempat untuk mempelajari berkas.

6. Menunggu Surat Pemberitahuan Kontra Memori Banding dan salinan Kontra Memori Banding.

7. Menunggu kutipan putusan dari Pengadilan Tinggi yang akan disampikan oleh Juru Sita Pengganti.

PELAKSANAAN GUGATAN PADA TINGKAT KASASI (Mahkamah Agung)

1. Pemohon atau melalui Kuasa Hukumnya mengajukan Permohonan Kasasi kepada Pengadilan Negeri setempat di meja 3 Kepaniteraan Perdata, dengan beberapa kelengkapan/syarat yang harus dipenuhi : a. Surat Permohonan Kasasi ; b. Surat Kuasa yang sudah dilegalisir (apabila menggunakan Advokat) ; c. Memori Kasasi.

2. Pemohon / Kuasanya membayar biaya gugatan / SKUM di Kasir.

3. Memberikan SKUM yang telah dibayar ke meja 3 dan menyimpan bukti asli untuk arsip.

4. Menerima tanda bukti penerimaan Surat Permohonan Kasasi dari meja 3.

5. Menunggu Surat Pemberitahuan Pemeriksaan Berkas (Inzage). Sama seperti pada tingkat Banding, Pemohon diberikan jangka waktu 14 hari untuk datang ke Pengadilan Negeri setempat untuk mempelajari berkas.

6. Menunggu Surat Pemberitahuan Kontra Memori Kasasi dan salinan Kontra Memori Kasasi.

7. Menunggu kutipan putusan dari Mahkamah Agung yang akan disampaikan oleh Juru Sita Pengganti.

Mengenai biaya bisa dilihat pada papan informasi panjar biaya perkara perdata di Pengadilan Negeri setempat.


*semoga bermanfaat....

»»  read more

Selasa, 24 Mei 2011

MA: AS Nilai 70% Rakyat Indonesia Puas dengan Layanan Pengadilan

Jakarta - Pernah berurusan dengan pengadilan? Mungkin ada baiknya simpan dalam-dalam uneg-uneg Anda untuk sementara waktu. Sebab pemerintah Amerika Serikat (AS) menilai 70% rakyat Indonesia puas dengan layanan pengadilan. Benarkah?

"Mereka melakukan penelitian terhadap orang- orang yang pernah berhubungan dengan pengadilan. 70% diantara mereka menyatakan puas dengan pelayanan Pengadilan Negeri dan Pengadian Agama," kata Ketua MA Harifin Tumpa di MA, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat, (20/5/2011).

Hasil riset tersebut disampaikan Pemerintah AS saat Harifin Tumpa berkunjung ke Supreme of Court (MA-nya AS) awal pekan ini. Dalam kesempatan itu Tumpa juga bertemu dengan Ketua Supreme of Court John Roberts.

"Dari 70% itu, apabila mereka mempunyai persoalan, mereka kembali lagi ke pengadilan. Ini hasil penelitian mereka tahun lalu (2010)," terang Tumpa.

Atas hasil riset ini, Ketua MA mengaku senang. Tak henti- hentinya dia menebarkan senyum saat mengumumkan hasil riset tersebut. Ibarat mendapat "senjata pamungkas" diapun langsung menggunakan hasil riset ini untuk menyindir riset orang Indonesia.

"Kalau penelitian kita, yang salah ya hakim semua. Apalagi dengan ICW, tidak ada yang benar bagi pengadilan," sindir Tumpa menyudahi pembicaraan.... (
Andi Saputra - detikNews)

»»  read more

Jumat, 03 September 2010

kasih-sayang, kesuksesan , dan kekayaan...

Suatu hari ada seorang wanita baru saja pulang ke rumah, dan dia melihat ada 3 pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka. Wanita itu berkata “ Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar. Mari masuk kedalam , aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut.” Pria berjanggut itu lalu balik bertanya “ Apakah suamimu sudah pulang ?”. Wanita itu menjawab, “Belum, dia sedang keluar”. “Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suamimu kembali” kata pria itu.


Di waktu senja , saat keluarga itu berkumpul , sang istri menceritakan kejadian tadi. Sang suami awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya,” Sampaikan kepada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini”. Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam.” Maaf, kami semua tidak bisa masuk bersama-sama .” kata pria itu hamper bersamaan. “lho, kenapa?” Tanya wanita itu karena merasa heran. Salah seorang pria berkata, “ Nama dia Kekayaan,” katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, “sedangkan yang ini bernama Kesusksesan, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya. Sedangkan aku sendiri bernama Kasih Sayang. Sekarang coba Tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu.


Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar. Suaminya pun merasa heran.”Ohho…. menyenangkan sekali. Baiklah, kalo begitu coba kamu ajak si Kekayaan masuk kedalam. Aku ingin rumh ini penuh dengan Kekayaan.” Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, “sayangku, kenapa kita tak mengudang Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen ladangn pertanian kita.” Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah.” Bukankah llebih baik jika kita mengajak kasih sayang yang masuk ke dalam? Rumah kita akan nyaman dan penuh dengan kehangatan kasih sayang. “ Suami- istri itu stuju dengan pilihan buah hati mereka.” Baiklah, ajag masuk Kasih Sayang ini kedalam. Dan malam ini, Si Kasih Sayang menjadi teman santap malam ini “.


Wanita itu kembali keluar, dan bertanya kepada 3 pria itu. “ Siapa diantara Anda yang benama Kasih sayang? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini. “Si Kasih-sayang bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho….. ternyata, kedua pria berjanggut lainnyapun ikut serta. Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan. “Aku hanya mengundang Kasih-sayang yang masuk kedalam, tapi kenapa kamu ikut juga? Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. “ Kalau Anda mengundang si Kekayaan atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun karena Anda mengundang si Kasih-sayang, maka kemanapun Kasih-sayang pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Kasih-sayang, maka kekayaan dan kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami berdua ini buta. Dan hanya si Kasih-sayang yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus,. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini.

»»  read more

update lagi....


Karena kesibukan nyari duit jadinya blog ini lama tidak diupdate...

Mumpung lagi tanggal merah dan libur agak panjang sedikit ingin memainkan jari pada papan keyboard untuk menulis beberapa patah kata di blog ini....

**semoga berManfaat....

»»  read more

Kamis, 13 Mei 2010

Penegakan Hukum Bagi Rakyat Kecil, Apakah sudah Adil..????

Sungguh hal yang memilukan jika kita melihat kasus yang beredar di Negeri kita tercinta ini, cobalah lihat dan tegaklah kesamarataan kita akan hukum memang ada tapi lihatlah ketegakan bagi rakyat kecil cepat sekali diproses dan juga cepat sekali ditindak serta cepat sekali dihukum dan divonis. Sekarang kita lihat sisi lain dari penegakan hukum bagi yang lainnya terutama kasus yang lebih luas, masalah Polri dan KPK belum selesai padahal KPK sudah ada rekamannya tapi apa yang terjadi..??? Hem, gimana yak ok ngono!!! Belum lagi masalah hukum bagi para koruptor yang jelas-jelas merugikan Negara yang sangat besar tapi kenapa proses hukum dan penegakan hukumnya kok lebih sulit dan tidak secepat proses hukum bagi rakyat kecil.

Kasus yang beredar di Negeri kita dan fenomena yang terjadi apa, seorang Nenek yang hanya mengambil buah Kakao hanya tiga buah dan beliau juga merupakan pekerja disana dan sudah 3 tahun bekerja disana dan proses hukumnya cepat sekali ditegakkan.

Sedangkan kita lihat, para koruptor, importir dan exportir illegal dan juga kasus besar sulit sekali atau bahkan jauh dibandingkan dengan penegakan hukum bagi rakyat kecil. Apakah Negeri kita sudah tegak hukum walaupun kita semua sama dimata hukum tapi penegakan hukum masih belum setara. Kronologi yang terjadi pada si Nenek adalah mau mengambil buah Kakao untuk dijadikan bibit sedangkan pada saat mau mengambilnya diperkebunan itu tidak ada orang lain atau bisa dikatakan hanya si nenek, pada saat wawancara disalah satu Stasiun TV swasta di Indonesia, “Jika pada saat mengambil buah kakao itu ada orang atau mandor, maka si Nenek akan meminta izin untuk dapat membawa buah tersebut”. Padahal pada saat itu buah kakaonya tidak langsung dibawa melainkan hanya diletakkan dibawah mungkin si Nenek itu berfikir jika suatu waktu ada orang atau penjaga atau mandor perkebunan itu bisa meminta izin untuk membawa buah kakao itu. Si Nenek sudah minta maaf kepada si Mandor ya setidaknya rasa kemanusiaan yang harus ditanamkan walaupun memang dalam usaha itu yang merugikan adalah musih perusahaan. Namun menurut salah satu sumber dari perwakilan perkebunan itu menjelaskan didalam wawancara via telepon di salah satu Stasiun TV mengatakan “Bahwa si Nenek itu mengambil 3 Kg dan bukan yang pertama kalinya sedangkan yang terjadi sekarang merupakan yang tertangkap tangan, begitu menurutnya”

Hemm sungguh kasus yang berbeda dan menarik sekali untuk disimak dan juga diperhatikan bagi kita semua dan juga oknum penegak hukum kita yang seharusnya menegakan hukum tanpa melihat status dan kalau bisa dengan kasus lain yang sudah terbukti dan juga ada bukti itu seharusnya sudah harus ditegakkan tidak sepertinya sulit untuk diproses tapi melihat kejadian si Nenek yang mengambil buah kakao 3 buah saja langsung ditindak, langsung dihukum, langsung disidang, langsung divonis tapi lihatlah para koruptor yang merugikan Negara kita ini yang jelas-jelas bersalah atau para golongan masyarakat yang bergelimangan harta jika kita perhatikan mungkin atau tidak langsung terjadi seperti yang dialami oleh si Nenek itu. Dimana ya kesalahan atau beratnya penegakan hukum ini, kita tahu memang setiap orang yang bersalah itu harus dihukum tapi yang dipertanyakan adalah mengapa ya prosesnya jauh lebih sulit dibandingkan yang dialami si Nenek yang berusia 53 tahun. Hukuman yang diterima si Nenek yaitu 3 bulan hukuman, dengan keringanan 1,5 bulan dan tanpa adanya pembela atau pengacara yang bisa membantu atau memberikan pembelaannya. Seharusnya minimal adanya musyawarah untuk menyelesaikan kasus ini, tapi ini sudah terjadi bahkan kalau tidak salah hakimnya sampai menangis saat membacakan hukumannya, hemmm sungguh memilukan.

Versi manakah yang bisa dipertanggungjawabkan, menurut si Nenek beliau hanya mengambil 3 buah sedangkan menurut versi yang punya perkebuanan itu 3 Kg dan si nenek (Ibu Minah) hanya mengaku 3 Buah, lalu beda lagi versinya dengan yang pihak berwenang di Perkebunan itu, menurut yang punya perkebunan itu si Nenek (Ibu Minah) sudah sering sekali mengambil hasil perkebunan dan itu didapat informasi dari yang lainnya. Kenapa ya kok si Nenek (Ibu Minah) tidak ada maaf atau proses musyawarah tapi yang lainnya tidak sedangkan kata salah satu wakil dari perusahaan perkebunan. Hal ini mungkin dijadikan contoh bagi yang lainnya untuk membuat efek jera, katanya tidak ada permintaan maaf kepada pusat dari perkebunan itu dan kata dari kapolsek sudah mengadakan atau merancang menjadi fasilitator agar kasus ini tidak sampai ke pengadilan atau istilah adanya usaha damai tapi menurut yang punya atau yang berwenang tidak menginginkannya dan hanya ingin membuat efek jera sehingga kita bisa mengetahui akibat yang kita lakukan apapun itu. Heemmmm, inilah salah satu cerminan yang perlu kita cermati dan juga kita perlu perhatikan agar kita bisa mengetahuinya.

Kita harus bisa menanamkan nilai kejujuran dalam diri kita ini sekecil apapun itu yang namanya kesalahan harus mempunyai konsekuensi yang harus ditanggung dan itu memang harus kita jalankan, prinsip jujur dalam bekerja dan lain sebagainya perlu kita tanamkan dan juga kita tingkatkan.

Mudah-mudahan penegakan hukum di Negeri ini bisa seadil-adilnya ditegakkan tanpa adanya perbedaan baik itu status sosial dan lainnya sehingga kita bisa bangga akan hukum kita ini.

»»  read more

Jumat, 16 April 2010

SUMBER MOTIVASI

"sungguh telah Kami ciptakan manusia dalam sebaik-baik acuan" (Q.S. At Tiin ayat 4)

Matahari, bulan dan bintang adalah ciptaan Allah yang luar biasa. Kebesaran, keagungan , dan kesempurnaan terlihat begitu nyata. Tuhan sang Pencipta itu pula yang menciptakan manusia , dengan melihat keagungan dan kebesaran ciptaannya, tentu Sang Maha Pencipta tidak ingin ciptaan lainnya yaitu manusia menjadi hina, Dia menciptakan manusia dengan sempurna. Dia ingin agar manusia yang menjadi wakilnya di dunia itu juga menjadi mulia. Di dalam diri manusia sudah memiliki sifat ingin selalu indah, dan ingin selalu mulia. Itulah jiwa yang diberikan Allah yang menjadi modal dasar keberhasilan. pergunakan energi itu, suara hati itu.

Bercita-citalah besar, berpikirlah maju, anda tidak diciptakan untuk menjadi orang kalah, tetapi anda diciptakan sebagai Wakil Allah di muka bumi untuk memberikan kemajuan dan kesejahteraan. Setiap langkah yang anda buat muka bumi ini haruslah suatu langkah kemenangan. Ingat, Allah SWT berada sedekat urat nadi kita, Dia tidak ingin anda jatuh. Dia ingin anda berhasil. Dia mendampingi anda, dengan suara hati-Nya. Apabila anda jatuh, sadarlah, berarti masih banyak ilmu Allah yang belum anda ketahui. Pelajari kesalahan tersebut, cari jawaban mengapa terjatuh. Ambil jurus kedua dan bangkit lagi. Allah Yang Maha Agung menunggu kemenangan anda. Dia begitu mencintai anda.

Apabila seorang manusia telah menyadari bahwa dirinya memiliki sifat-sifat yang diturunkan oleh Allah tersebut, maka upayakan dan pupuklah terus hingga menghasilkan sebuah kekuatan dan motivasi yang maha dahsyat. Dengan sebuah keberanian dan kekuatan yang berlandaskan pada iman tersebut akan tercipta sebuah jati diri (eksistensi) yang memiliki nilai tinggi. Iman yang telah mengetuk kesadaran jati diri sebagai hamba sekaligus “khalifatullah” tidak pernah membiarkan peluang berlalu tanpa arti. Dunia merupakan aset, amanah, dan sekaligus ujian yang penuh tantangan yang menggairahkan bagi diri setiap mukmin sebagai pembuktian terhadap kualitas dirinya.

Kekuatan pikiran bawah sadar yang merupakan sugesti , adalah sebuah energi dahsyat yang juga sekaligus sebagai pilot di dalam diri kita. Bangkitkan energi itu dan biarkan “membara” di dada. Doktrin diri kita dengan mengingat Kebesaran Allah, isi sanubari dengan menyebut “Maha Besar Allah” Setiap saat. Kekuatan energi akan mengalir dan akan membakar semangat anda. Tetapkan kemauan anda. Bedakan antara kemauan ‘biasa’ dengan kemauan yang ‘membara’. Rahasia untuk sebuah keberhasilan adalah terus menerus mengingat bahwa anda lebih baik dari yang anda pikirkan. Orang yang berhasil bukan orang yang super. Keberhasilan tidak memerlukan kecerdasan yang luar biasa. Keberhasilan tidak disebabkan oleh suatu keberuntungan. Keberhasilan ditentukan oleh ukuran dari keyakinan anda untuk meraih kemenangan. Kesuksesan juga ditentukan oleh ukuran pemikiran dan cita-cita seseorang. Bercita-citalah setinggi-tingginya. Ingatlah Allah Yang Maha Besar, yang telah menciptakan hati anda. Dia tidak ingin anda merangkak-rangkak. Yakinkan bahwa anda akan mencapainya, sehingga energi dan kreatifitas akan mengalir mencari jalan untuk mencapainya. Dorong terus energi itu dan doktrin diri kita dengan ucapan “ALLAHU AKBAR” setiap hari. Sehingga anda sungguh terobsesi untuk berhasil. Ikuti suara hati Sang Maha Besar itu.

Anda ingin tahu siapa diri anda?? Baru-baru ini ditemukan bahwa semua makhluk hidup alfabet basa DNA yang sama, yaitu A (Adenine), C (Cytosine), G (Guanine), dan T (Tymine). Dalam struktur helix ganda DNA, basa A berpasangan dengan T, sedangkan C dengan G. didalam tubuh manusia diperkirakan terdapat 100 trilyun sel. Dan didalam inti setiap sel terdapat 23 pasang kromosom yang disusun oleh tiga miliyar huruf alfabet tadi. Jika DNA di dalam setiap tubuh manusia direntangkan, maka panjangnya akan lebih dari 600 kali jarak bumi dan matahari. Cobalah untuk membayangkan sejenak, betapa dahsyat dan sempurnanya manusia ciptaan Allah ini, yaitu diri anda. Semua ini diciptakan Allah tidak lain karena manusia adalah mahkluk kepercayaan-Nya sebagai Wakil Allah yang memiliki fungsi “Rahmatan Lil ‘Alamin”.

Jangan sekali-kali meremehkan diri kita, kita sudah cukup memiliki modal. Bahkan kalau seluruh komputer ditumpuk dimuka bumi ini hingga mencapai bulan pun tidak akan mampu menandingi manusia ciptaan Allah SWT. Jangan sia-siakan kepercayaan Allah ini. Anda dirancang dan diciptakan untuk meraih kemenangan. Apabila anda mendengar adzan , terimalah hal itu dengan baik sebagai motivasi langsung dari Allah SWT. Anda akan mendengar dorongan pemberi semangat ini lima kali dalam sehari. Kekuatan iman telah menyebabkan seorang manusia selalu “taqorruub” kepada Allah dengan senantiasa berdo’a: Wahai Tuhan yang menguasai jiwa, mantapkan jiwa di atas agama-Mu.

Allahu Akbar !!

»»  read more

menghapus jejakmu


menghapus jejakmu

Terus melangkah melupakanmu
lelah hati perhatikan sikapmu
jalan pikiran mu buat ku meragu
tak mungkin ini tetap bartahan

perlahan mimpi terasa mengganggu
kucoba untuk terus menjauh
perlahan hati ku terbelenggu
ku coba untuk lanjutkan kan hidup

reff:

engkau bukan lah segalaku
bukan tempat tuk menghentikan langkahku
usai sudah semua berlalu
biar hujan menghapus jejakmu

teruskan langkah melupakanmu
lelah hati perhatikan sikapmu
jalan pikiran mu buat ku ragu
tak mungkin ini tetap bertahan

perlahan mimpi terasa mengganggu
kucoba tuk terus menjauh
perlahan hati ku terbelenggu
ku coba untuk lanjutkan hidup

engkau bukan lah segalaku
bukan tempat tuk hentikan langkahku
usai sudah semua berlalu
biar hujan menghapus jejakmu
lepaskan segala nya 2x

engkau bukan lah segalaku
bukan tempat tuk hentikan langkahku
usai sudah semua berlalu
biar hujan menghapus jejakmu @2x
na na na na na n

»»  read more

Kisah Tukang Kayu dan Rumahnya

Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaanya di sebuah perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut kepada pemilik perusahaan. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.

Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk dirinya. Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan.

Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia cuma menggunakan bahan-bahan sekedarnya. Akhirnya selesailah rumah yang diminta oleh tuannya. Hasilnya bukanlah sebuah rumah yang baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.

Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu tersebut.

"Ini adalah rumahmu", kata pemilik perusahaan. "hadiah dari kami". Betapa terkejutnya si tukang kayu itu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya sendiri, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.

Teman, itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan dan kurang bertanggung jawab. Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan lebih baik. Bahkan pada bagian-bagian terpenting dalam hidup kita tidak memberikan yang terbaik.

Pada akhir perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri. Seandainya kita menyadari sejak semula kita akan menjalani hidup ini dengan cara yang jauh berbeda.

Renungkanlah bahwa kita adalah si tukang kayu. Renungkanlah 'rumah' yang sedang kita bangun. Setiap hari kita memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding dan atap. Mari kita selesaikan 'rumah' kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakannya sekali saja dalam seumur hidup.

»»  read more

Rabu, 14 April 2010

Laskar Pelangi



Nidji – Laskar Pelangi

mimpi adalah kunci

untuk kita menaklukkan dunia
berlarilah tanpa lelah
sampai engkau meraihnya

laskar pelangi takkan terikat waktu

bebaskan mimpimu di angkasa
warna bintang di jiwa

reff:

menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
bersyukurlah pada Yang Kuasa
cinta kita di dunia selamanya

cinta kepada hidup

memberikan senyuman abadi
walau hidup kadang tak adil
tapi cinta lengkapi kita

laskar pelangi takkan terikat waktu

jangan berhenti mewarnai
jutaan mimpi di bumi

repeat reff [2x]

laskar pelangi takkan terikat waktu

»»  read more

Selasa, 13 April 2010

Pelanggaran-Pelanggaran yang biasa dilakukan oleh pejabat pemerintah

1. penggunaan dana tidak sesuai anggaran;
2. perbuatan aparatur yang merugikan masyarakat;
3. pemaksaan kehendak;
4. tindakan sewenang-wenang;
5. salah urus;
6. penggunaan fasilitas negara untuk pribadi;
7. pelayanan pengurusan dokumen / identitas diri;
8. pengurusan perijinan;
9. pelayanan informasi;
10. pelayanan perpajakan;
11. pelayanan koperasi;
12. pelayanan transportasi;
13. pelayanan transmigrasi;
14. pelayanan pendidikan;
15. pelayanan kesehatan;
16. pelayanan sosial/ fasilitas umum;
17. pelayanan pengurusan tanah;
18. penggelapan atau penguasaan tanpa hak atas uang/ kekayaan negara;
19. pemalsuan atau pengeluaran fiktif serta pembelian barang dengan mutu rendah;
20. pemborosan dalam pengelolaan, pemeliharaan, atau sisa anggaran tidak disetor ke kas negara;
21. pungutan liar karena tanpa landasan;
22. uang pelicin yang dapat berupa sogok, suap pada pejabat, dll.


**sumber : hasil riset Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara.
dengan Keputusan Menteri No. Kep/118/M.PAN/8/2004
»»  read more

MENGENAI PENGADUAN

Definisi Pengaduan atau Laporan

Pengaduan, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalh proses, cara, perbuatan mengadu. Namun uraian yang relatif lebih jelas tentang pengaduan tercantum dalam pasal 1 angka 25 KUHAP, yakni;
"Pengaduan adalah pemberitahuan disertai permintaan oleh pihak yang berkepentingan kepada pejabat yang berwenang untuk menindak menurut hukum seorang yang telah melakukan tindak pidana aduan yang merugikannya."
Sedangkan definisi tentang laporan terdapat di pasal 1 angka 24 KUHAP, yakni;
"Laporan adalah pemberitahuan yang disampaikan oleh seseorang karena hak dan kewajiban berdasarkan Undang-Undang kepada pejabat yang berwenang tentang telah atau sedang atau diduga akan terjadi peristiwa pidana."

Definisi Pengaduan dan laporan tersebut di atas memang khusus untuk hukum pidana, namun dari pengertian tersebut kita dapat mengambil pengertian umum bahwa pengaduan dan laporan merupakan suatu tindakan pemberitahuan oleh pihak-pihak yang berkepentingan kepada pejabat yang berwenang tentang adaanya suatu peristiwa hukum. tindakan pemberitahuan tersebut dimaksudkan agar peristiwa hukum yang terjadi dapat ditindak lanjuti oleh pejabat yang berwenang.

Pihak yang Berhak Mengadu atau Melapor

Pada prinsipnya semua orang memiliki hak atau kewajiban untuk melakukan pengaduan atau membuat laporan yang berkaitan dengan adanya suatu pelanggaran hukum. Khusus pengaduan secara hukum, pihak yang melakukan pengaduan harus memiliki kepentingan hukum. kepentingan ini dapat menyangkut kepentingan pribadi maupun kepentingan sebuah kelompok, organisasi , atau kepentingan masyarakat secara umum yang disesuaikan dengan maksud dan tujuan atau cita-cita yang akan dicapai dari pengaduan tersebut.

pihak-pihak yang dapat mengadu atau melapor antara lain:
1. seseorang atau masyarakat yang menjadi korban atau keluarganya;
2. organisasi masyarakat;
3. organisasi politik;
4. lembaga swadaya masyarakat;
5. instansi pemerintah terkait.
Khusus mengenai pengaduan atau laporan yang dilakukan oleh instansi pemerintah, dalam hal ini pegawai negeri, selain merupakan hak, dalam kondisi tertentu merupakan suatu kewajiban seperti dinyatakan dalam pasal 108 ayat (3) KUHAP:
"Setiap pegawai negeri dalam rangka melaksanakan tugasnya yang mengetahui tentang terjadinya tindak pidana wajib segera melaporkan hal itu kepada penyelidik atau penyidik."


Ruang Lingkup Pengaduan atau Laporan

Pengaduan atau laporan dapat dilakukan dalam hal:
1. Terjadi pelanggaran hukum -dalam arti secara umum- oleh individu atau kelompok dalam kapasitas sebagai pribadi;
2. Terjadi pelanggaran atau penyimpangan dalam melakukan tugas , fungsi, dan kewenangan sebagai penyelenggara negara dan/atau pejabat publik.


»»  read more

Minggu, 04 April 2010

HUKUM DAN NEGARA HUKUM

Pengertian Hukum

istilah hukum berasal dari bahasa Arab huk'mun, artinya menetapkan. Singkatnya hukum diartikan sebagai peraturan atau undang-undang, kaedah dan ketentuan , serta keputusan pengadilan.

Dalam kehidupan sehari-hari hukum bermakna sebagai berikut;
1. Menetapkan perbuatan yang diperbolehkan, dilarang, dan disuruh. contoh, seorang hakim dalam memutus perkara pidana boleh memilih pidana mati, pidana seumur hidup, atau pidana penjara selama waktu tertentu ( pasal 12 ayat (3) KUHP );
2. Norma yang menggolongkan peristiwa atau kenyataan tertentu menjadi peristiwa atau kenyataan yang memiliki akibat hukum. Contoh, seorang yang mengambil sepeda motor miliknya di tempat parkir tidak menimbulkan akibat hukum. Namun, seseorang yang mengambil sepeda motor milik orang lain mempunyai akibat hukum pidana bagi orang tersebut;

Negara yang berdasarkan hukum memiliki empat asas, yakni:
1. Perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM);
2. Pembagian kekuasaan;
3. Pemerintahan berdasarkan Undang-Undang;
4. Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN).
Sistem pemerintahan di Indonesia mengatur bahwa Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berwenang untuk bersama-sama membentuk UU. Di tingkat daerah, Kepala daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) berwenang untuk bersama-sama membentuk Peraturan Daerah (Perda). Pemerintah Pusat / Pemerintah Daerah membentuk peraturan pelaksana untuk menjalankan berbagai kegiatan yang disebut kebijaksanaan (policy).

Hierarki Peraturan Perundang-undangan

Hierarki peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia adalah sebagai berikut ( Pasal 7 UU Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan ) ;
1. UUD 1945 dan perubahannya;
2. Undang-Undang/ Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang ( PERPU );
3. Peraturan Pemerintah;
4. Peraturan Daerah, meliputi peraturan daerah provinsi, peraturan daerah kabupaten/ kota, peraturan desa atau yang setingkat desa.


»»  read more

PELAKSANAAN PUTUSAN / EKSEKUSI

PENDAHULUAN

Tujuan pihak-pihak yang berperkara menyerahkan perkara-perkaranya kepada pengadilan adalah untuk menyelesaikan perkara mereka secara tuntas dengan putusan pengadilan.Tetapi dengan adanya putusan pengadilan bukan berarti sudah menyelesaikan perkara secara tuntas, akan tetapi perkara akan dianggap selesai apabila ada pelaksanaan putusan atau eksekusi.
Dengan kata lain pencari keadilan mempunyai tujuan akhir yaitu agar segala hak-haknya yang dirugikan oleh pihak lain dapat dipulihkan melalui putusan pengadilan/hakim . Dan pemulihan tersebut akan tercapai apabila putusan dapat dilaksanakan.
Dan dalam makalah singkat ini akan mengemukakan sedikit pembahasan mengenai pelaksanaan putusan/eksekusi. Pengertiannya, syarat putusan yang dapat dilaksanakan, beberapa jenisnya, dan lain-lain.

PEMBAHASAN
PELAKSANAAN PUTUSAN / EKSEKUSI

A. Pengertian Pelaksanaan Putusan
Pelaksanaan putusan / eksekusi adalah putusan pengadilan yang dapat dilaksanakan. Dan putusan pengadilan yang dapat dilaksanakan adalah putusan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap (in kracht van gewijsde) . Putusan yang sudah berkekuatan tetap adalah putusan yang sudah tidak mungkin lagi dilawan dengan upaya hukum verzet, banding, dan kasasi.
Pengadilan Agama sebagai salah satu pelaksana kekuasaan kehakiman dapat melaksanakan segala putusan yang dijatuhkannya secara mandiri tanpa harus melalui bantuan Pengadilan Negeri. Hal ini berlaku setelah ditetapkannya UU No. 7/1989. Dan sebagai akibat dari ketentuan UU Peradilan Agama di atas adalah :
a. Ketentuan tentang eksekutoir verklaring dan pengukuhan oleh Pengadilan Negeri dihapuskan
b. Pada setiap Pengadilan Agama diadakan Juru Sita untuk dapat melaksanakan putusan-putusannya
Pelaksanaan putusan hakim dapat :
a. Secara suka rela, atau
b. Secara paksa dengan menggunakan alat Negara, apabila pihak terhukum tidak mau melaksanakan secara suka rela.
Semua keputusan pengadilan mempunyai kekuatan eksekutorial, yaitu kekuatan untuk dilaksanakan secara paksa oleh alat-alat Negara . Keputusan pengadilan bersifat eksekutorial adalah karena pada bagian kepala keputusannya berbunyi : “ Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa ”.

B. Putusan Yang Dapat Dieksekusi
Putusan yang dapat dieksekusi adalah yang memenuhi syarat-syarat untuk dieksekusi, yaitu :
1. Putusan yang telah berkekuatan hukum tetap, kecuali dalam hal:
a. Pelaksanaan putusan serta merta, putusan yang dapat dilaksanakan lebih dulu
b. Pelaksanaan putusan provisionil
c. Pelaksanaan Akta Perdamaian
d. Pelaksanaan (eksekusi) Grose akta
2. Putusan tidak dijalankan oleh pihak terhukum secara sukarela meskipun ia telah diberi peringatan (aan maning) oleh Ketua Pengadilan Agama
3. Putusan hakim yang bersifat kondemnatoir
Putusan yang bersifat deklaratoir atau konstitutif tidak diperlukan eksekusi. Putusan kondemnatoir tidak mungkin berdiri sendiri, dan merupakan bagian dari putusan deklaratoir, karena sebelum bersifat menghukum terlebih dahulu ditetapkan suatu keadaan hukum .
4. Eksekusi dilakukan atas perintah dan dibawah pimpinan Ketua Pengadilan Agama.

C. Jenis-jenis Pelaksanaan Putusan
Terdapat beberapa macam pelaksanaan putusan, yaitu:
1. Putusan yang menghukum salah satu untuk membayar sejumlah uang. Hal ini diatur dalam pasal 196 HIR, pasal 208 R.Bg
2. Putusan yang menghukum salah satu pihak untuk melakukan suatu perbuatan. Hal ini diatur dalam pasal 225 HIR, pasal 259 R.Bg
3. Putusan yang menghukum salah satu pihak untuk mengosongkan suatu benda tetap. Putusan ini disebut juga Eksekusi Riil. Hal ini diatur dalam pasal 1033 Rv.
4. Eskekusi riil dalam bentuk penjualan lelang. Hal ini diatur dalam pasal 200 ayat (1) HIR, pasal 218 ayat (2) R.Bg

Pasal 196 HIR/207 R.Bg mengatur tentang pelaksanaan putusan yang diakibatkan dari tindakan tergugat/enggan untuk secara suka rela melaksanakan isi putusan untuk membayar sejumlah uang, sehingga pihak penggugat sebagai pihak yang dimenangkan mengajukan permohonan secara lisan atau tertulis kepada Ketua Pengadilan Agama agar putusan dapat dijalankan.
Pasal 225 HIR/259 R.Bg berkaitan dengan pelaksanaan putusan untuk melakukan suatu perbuatan tertentu yang tidak ditaati, sehingga dapat dimintakan pemenuhan tersebut dinilai dalam bentuk uang. Maksud pelaksanaan putusan yang diatur dalam ketentuan ini adalah untuk menguangkan bagian tertentu dari harta kekayaan pihak tergugat sebagai pihak yang dikalahkan dengan tujuan guna memenuhi isi putusan sebagai termuat dalam amarnya, yang telah memenangkan pihak penggugat sebagai pemohon eksekusi.
Yang dimaksudkan eksekusi riil dalam ketentuan pasal 1033 Rv. adalah dilaksanakan putusan yang memerintahkan pengosonganatas benda tidak bergerak. Dalam praktek di pengadilan, tergugat yang dihukum untuk mengosongkan benda tidak bergerak tersebut setelah terlebih dahulu ditegur, untuk mengosongkan dan menyerahkan benda tidak bergerak tersebut kepada penggugat selaku pihak yang dimenangkan.
Apabila tidak bersedia melaksanakan perintah tersebut secara sukarela, maka Ketua Pengadilan Agama dengan penetapan akanmemerintahkan Panitera atau Juru Sita, kalau perlu dengan bantuan alat negara (Polisi/ABRI) dengan paksa melakukan pengosongan terhadap tergugat dan keluarga serta segenap penghuni yang ada, ataupun yang mendapat hak dari padanya, dengan menyerahkannya kepada Penggugat selaku pemohon eksekusi.
Adapun mengenai cara melakukan penjualan barang-barang yang disita dalam hal pelaksanaan eksekusi riil dalam bentuk penjualan lelang diatur dalam pasal 200 HIR. Ketentuan pokoknya antara lain berisi :
1. Penjualan dilakukan dengan pertolongan Kantor Lelang;
2. Urutan-urutan barang yang akan dilelang ditunjuk oleh yang terkena lelang jika ia mau
3. Jika jumlah yang harus dibayar menurut putusan da biaya pelaksanaan putusan dianggap telah tercapai, maka pelelangan segera dihentikan. Baran-barang selebihnya segera dikembalikan kepada yang terkena lelang;
4. Sebelum pelelangan, terlebih dahulu harus diumumkan menurut kebiasaan setempat dan baru dapat dilaksanakan 8 hari setelah penyitaan;
5. Jika yang dilelang terasuk benda yang tidak berberak maka harus diumumkan dalam dua kali dengan selang waktu 15 hari;
6. Jika yang dilelang menyangkut benda tidak bergerak lebih dari Rp.1000.- harus diumumkan satu kali dalam surat kabar yangterbit di kota itu paling lambat 14 hari sebelum pelelangan;
7. Jika harga lelang telah dibayar, kepada pembeli diberikan kwitansi tanda lunas dan selain itu pula hak atas barang tidak bergerak tersebut beralih kepada pembeli;
8. Orang yang terkena lelang dan keluarganya serta sanak saudaranya harus menyerahkan barang tidak bergerak itu secara kosong kepada pembeli.

D. Tatacara Sita Eksekusi
1. Ada permohonan sita eksekusi dari pihak yang bersangkutan
2. Berdasar surat perintah Ketua Pengadilan Agama
surat perintah ini dikeluarkan apabila:
- Tergugat tidak mau menghadiri panggilan peringatan tanpa alasan yang sah,
- Tergugat tidak mau memenuhi perintah dalam amar putusan selama masa peringatan
3. Dilaksanakan oleh Panitera atau Jurusita
4. Pelaksanaan sita eksekusi dibantu oleh dua orang saksi
5. - Keharusan adanya dua orang saksi adalah syarat sah sita eksekusi
- Dua orang saksi tersebut berfungsi sebagai pembantu dan sekaligus sebagai saksi sita eksekusi
- Nama dan pekerjaan kedua saksi tersebut harus dicantumkan dalam Berita Acara Sita Eksekusi
- Saksi-saksi tersebut harus memenuhi syarat:
a. telah mencapai umur 21 tahun
b. berstatus penduduk Indonesia,
c. memiliki sifat jujur (dapat dipercaya)
6. Sita eksekusi dilakukan di tempat obyek eksekusi
7. Membuat berita acara sita eksekusi
Berita acara sita eksekusi tersebut memuat:
a. Nama, pekerjaan dan tempat tinggal kedua orang saksi
b. Merinci secara lengkap semua pekerjaan yang dilakukan
c. Berita acara ditandatangani pejabat pelaksana dan kedua orang saksi
d. Pihak Tersita dan juga Kepada Desa tidak diharuskan, menurut hukum, untuk ikut menandatangani Berita Acara Sita.
e. Isi berita acara sita harus diberitahukan kepada pihak tersita, yaitu segera pada saat itu juga apabila ia hadir pada eks penyitaan tersebut, atau jika ia tidak hadir maka dalam jangka waktu yang secepatnya segera diberitahukan dengan jalan menyampaikan di tempat tinggalnya.
8. Penjagaan Yuridis barang yang disita diatur sebagai berikut:
a. Penjagaan dan penguasaan barang sita eksekusi tetap berada di tangan tersita
b. Pihak tersita tetap bebas memakai dan menikmatinya, sampai pada saat dilaksanakan penjualan lelang
c. Penempatan barang sita eksekusi tetap diletakkan di tempat mana barang itu disita, tanpa mengurangi kemungkinan memindahkannya ke tempat lain
d. Penguasaan penjagaan tersebut harus disebutkan dalam berita acara sita
e. Mengenai barang yang bisa habis dalam pemakaian, maka tidak boleh dipergunakan dan dinikmati oleh tersita
9. Ketidakhadiran tersita tidak menghalangi sita eksekusi
a. Sita eksekusi dapat dihadiri, bahkan sebaiknya dihadiri pihak tereksekusi
b. Sita ekskekusi dapat dilaksanakan tanpa hadirnya pihak tersita (tergugat) asalkan pihak tersita tersebut telah diberitahukan dan diperintahkan untuk hadir pada hari dan tanggal pelaksanaan sita eksekusi tetapi yang bersangkutan tidak hadir.
Sebagai bagian akhir, eksekusi putusan dan penetapan Peradilan Agama akan lancar tergantung dari keterkaitan antara :
1. Kepandaian penggugat/pemohon dalam menyusun petita dalam gugatan/permohonan
2. Penelitian surat gugatan/permohonan sebelum terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan Agama
3. Ketelitian pemeriksaan hakim di muka sidang
4. Benar dan jelas serta rincinya diktum putusan/penetapan
5. Pelaksanaan di lapangan
6. Biaya eksekusi.

PENUTUP

Putusan pengadilan yang dapat dilaksanakan adalah putusan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap (in kracht van gewijsde). Putusan yang sudah berkekuatan tetap adalah putusan yang sudah tidak mungkin lagi dilawan dengan upaya hukum verzet, banding, dan kasasi.
Beberapa syarat agar putusan dapat dilaksanakan. Yaitu: Putusan yang telah berkekuatan hukum tetap, Putusan tidak dijalankan secara sukarela, Putusan hakim yang bersifat kondemnatoir.

»»  read more